TANJAB TIMUR – Teka teki penemuan kerangka manusia di pesisir pantai Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur akhirnya terjawab sudah.
Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K., melalui Kasat Reskrim, AKP Ahmad Soekani Daulay, S.H., M.H., dalam keterangannya Minggu 29 Maret 2026 menuturkan, pasca ditemukan kerangka manusia di pesisir pantai Desa Sungai Sayang pada hari Rabu 25 Maret 2026 lalu, pemberitaan yang ditayangkan oleh sejumlah media massa langsung viral dibeberapa kanal pemberitaan.
“Dari beberapa pemberitaan tersebut, pihak keluarga korban mengenali ciri-ciri pakaian yang masih dikenakan di kerangka tersebut dan meyakini jika itu adalah kerangka tubuh dari anggota keluarganya,” tuturnya.
Diketahui, jika korban bernama Ruslan Gani (65), nelayan tradisional asal Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat pergi melaut untuk menjaring ikan pada tanggal 13 Maret 2026, dan menurut informasi dari pihak keluarga, korban mengidap penyakit hipertensi.
Pihak keluarga korban yang mengetahui penemuan kerangka tersebut langsung menghubungi Polres Tanjab Timur dan langsung diarahkan ke RS Bhayangkara Jambi.
“Setelah kita lakukan pemeriksaan dan dipastikan bahwasanya kerangka yang ditemukan itu memang benar adalah Ruslan Gani, dari ciri-ciri pakaian yang dikenali oleh pihak keluarga serta pihak keluarga juga sudah membuat pernyataan jika korban adalah anggota keluarga mereka, selanjutnya pada hari Sabtu 28 Maret 2026, kerangka korban kita serahkan ke pihak keluarga untuk dibawa ke Kabupaten Lingga untuk dimakamkan,” ujar AKP Ahmad Soekani Daulay.
“Kita membantu memfasilitasi, jadi malam tadi kita antarkan kerangka tubuh korban ke Kecamatan Nipah Panjang dan selanjutnya kita serahkan ke pihak keluarga lalu pihak keluarga membawa korban ke Kabupaten Lingga menggunakan transportasi air,” tambahnya.
Dalam video singkatnya dari Kabupaten Lingga, Revi Mariska, selaku anak korban menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Satreskrim dan juga jajaran Polres Tanjab Timur yang telah memperlakukan jenazah orang tuanya dengan baik dan disemayamkan sementara di RS Bhayangkara Jambi dengan layak.
“Kami juga mengucapkan terima kasih, karena pemrosesan jenazah orang tua kami dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga kami dari pihak keluarga bisa membawa pulang jenazah orang tua kami ke kampung halaman kami. Selain itu, kami juga meyakini bahwasanya itu memang benar-benar orang tua kami, dari ciri-ciri pakaian yang dikenakan saat jenazah orang tua kami ditemukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Baso Rusli, anak korban yang menjemput jenazah korban di RS Bhayangkara Jambi juga turut menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Satreskrim dan jajaran Polres Tanjab Timur yang telah memfasilitasi dengan baik pihak keluarga korban, mulai dari konfirmasi awal terkait kepastian identitas korban hingga proses penjemputan jenazah korban di RS Bhayangkara Jambi.
“Saya mewakili pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Tanjab Timur yang telah membantu menemukan jenazah orang tua kami dan telah memberikan pelayanan yang baik dalam proses penjemputan jenazah di RS Bhayangkara untuk dibawa ke kampung halaman kami untuk dimakamkan,” ucapnya.
Untuk diketahui, awalnya warga Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu dihebohkan dengan adanya penemuan kerangka manusia di pesisir pantai wilayah tersebut yang pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang hendak mencari kepiting.
Saat ditemukan, kerangka manusia tersebut masih mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna abu-abu dengan lengan baju berwarna ungu dan tidak ditemukan adanya identitas diri.
Selanjutnya kerangka manusia yang ditemukan tersebut dievakuasi oleh pihak Polsek Sadu dan anggota Satreskrim Polres Tanjab Timur untuk dibawa ke RS Bhayangkara Jambi guna dilakukan autopsi. (Hi)

















Discussion about this post