TANJAB TIMUR – Memasuki hari ke 20 Ramadhan 1446 Hijriyah, jajaran petugas Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak menggelar buka puasa bersama perwakilan Pemkab Tanjab Timur, unsur Forkopimda dan juga diikuti oleh ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis 20 Maret 2025 sore.
Dalam agenda spesial yang dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak kali ini, tampak dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Hidayat, A.Md.IP., S.H., M.M., beserta rombongan, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muda Husni,Bc.I.P.,S.H.,M.M beserta jajaran, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Tanjab Timur, Drs. Ibnu Hayat, Ketua MUI Tanjab Timur, KH.M.Darwis Bakri, Lc., M.Ag, Pabung Kodim 0419/Tanjab Mayor Inf. Ahmad Riadh, S.Ag, Kasat Narkoba Polres Tanjab Timur, AKP Carles M Sitorus S.H, Kepala BNNK Tanjab Timur, Emmanuel Henry Wijaya, S.H.,M.H, Kepala Bapas Jambi, Kalapas Kelas IIA Jambi, Kalapas Perempuan Kelas IIB Jambi, perwakilan Kejari Tanjab Timur, Babinsa Koramil 419-05/Geragai, perwakilan keluarga WBP dan masyarakat disekitar Lapas tersebut.

Dalam wawancaranya, Hidayat mengatakan, sejalan dengan Asta Cita Presiden, program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, akselerasi dengan Jenderal Pemasyarakatan, bahwasanya petugas yang bertanggungjawab dengan Sarpras dan juga WBP, itu wajib memastikan layanan, perawatan dan pembinaan untuk para WBP harus berjalan dengan baik disetiap Lapas yang ada.
“Hari ini, saya meninjau program ketahanan pangan yang ada di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak sekaligus dalam agenda Safari Ramadan kami,” ucapnya.
Dirinya menjelaskan, untuk dilokasi lahan milik Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak ini sendiri, sudah ada 1.000 batang pisang dan juga telah menghasilkan buah.
Kemudian dalam hal UMKM, sudah bisa dilihat bersama bahwasanya, pihak Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak sendiri telah meningkatkan program UMKM dengan baik kepada para WBP.
“Kami berharap, nantinya setelah WBP ini bebas dari Lapas, mereka mempunyai modal finansial dan modal keterampilan, agar bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat menjalankan hidupnya dengan bertanggungjawab dan tidak mengulangi kesalahan, itu lah salah satu tujuan proses pemasyarakatan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Hidayat menuturkan, dalam kegiatan ini pula, diadakan buka puasa dan makan bersama antara petugas dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, petugas Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, unsur Forkopimda, WBP, keluarga WBP dan juga masyarakat disekitar Lapas ini.
“Makna dari kegiatan itu, untuk menyampaikan bahwasannya kita sungguh-sungguh dalam program pelayanan makanan untuk WBP. Artinya, menu makanan yang dimakan oleh WBP di sini, tadi kita juga merasakan dan menikmatinya,” tutur Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi ini.
Dalam kesempatan ini, Hidayat juga mengutarakan harapannya. Diaman, nantinya pihak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi dan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak akan menggandeng stakeholder terkait, baik itu unsur Forkopimda, pihak perusahaan dan sponsor yang ada disekitar Lapas, agar bisa ikut mendukung program-program binaan di Lapas ini untuk para WBP.
“Dengan adanya kolaborasi dan koordinasi yang baik bersama unsur Forkopimda dan pihak perusahaan maupun sponsor yang ada, tentunya kita bisa lebih meningkatkan program binaan untuk para WBP dengan maksimal,” harapnya.

Sementara itu, Muda Husni, saat diwawancarai usia kegiatan mengutarakan, dalam nuansa ramadhan ini, pihak menyelenggarakan pesantren kilat selama tiga hari yang diikuti oleh para WBP dan juga petugas Lapas.
“Momen puncak dari kegiatan pesantren kilat ini, tadi sebelum berbuka puasa bersama, kita berikan hadia kepada tiga orang terbaik dalam pelaksanaan kegiatan pesantren kilat ini yang telah dilaksanakan selama tiga hari,” ujarnya.
Dirinya menyebutkan, dalam momen spesial kali ini, pihaknya juga turut mengundang Ketua MUI Tanjab Timur untuk memberikan tausiyah dan penguatan nilai-nilai moral keagamaan kepada seluruh peserta Safari Ramadan yang digelar di Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak ini.
“Ada yang spesial juga dalam kegiatan buka bersama kali ini. Jadi para tamu undangan yang hadir dalam kegiatan ini, tadi makan nasi menggunakan Ompreng atau Cadong. Itu merupakan tempat makan yang biasanya digunakan oleh para WBP disini. Jadi tadi kita sama-sama merasakan makan yang layak sama seperti yang biasa disantap oleh WBP disini, baik itu tempat makannya dan juga menunya,” sebutnya.

Selain itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak ini juga menerangkan, dalam bulan ramadhan ini tentunya berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Dimana, pada momen ramadhan ini, sepuluh kegiatan keagamaan baik itu untuk para WBP dan juga petugas Lapas lebih ditingkatkan.
“Dalam bulan ramadhan ini, kita lihat semangat para WBP untuk mengikuti kegiatan kerohanian sangat tinggi. Mulai dari pengajian, sholat, tadarus dan lain sebagainya,” ungkapnya.
“Untuk lebih memaksimalkan pembekalan ilmu agama kepada para WBP dan petugas Lapas, kita juga mengundang guru agama dari luar Lapas dan juga santri dari WBP Lapas ini sendiri, yang dipusatkan di Masjid At-Taubah yang ada di Laps kita,” tandasnya. (Hi)

















Discussion about this post