TANJAB TIMUR – Amukan si jago merah yang melahap satu unit rumah menghebohkan warga yang bermukim di RT 13, Kelurahan Kampung Singkep, Kecamatan Muarasabak Barat, Selasa 13 Agustus 2024 malam.
Kapolsek Muarasabak Barat, Ipda Nurhadi Sutrisno, dalam keterangannya menyampaikan, sekitar pukul 19.45 wib, anggotanya mendapat informasi bahwasanya telah terjadi kebakaran di Kelurahan Kampung Singkep.
Mendapat laporan tersebut, dirinya bersama anggota Polsek setempat langsung bergegas menuju lokasi.
Setelah sampai di lokasi kejadian, api sudah padam dan sedang dilakukan pendinginan oleh petugas Damkar serta petugas BPBD Kabupaten Tanjab Timur.
“Kondisi rumah sudah ludes terbakar dan tinggal bara api sedikit di bawah tanah bekas material kayu,” ucapnya.

Rumah panggung bermaterial kayu dengan ukuran 8 x 20 meter yang terbakar tersebut milik Salmah (60).
Ipda Nurhadi menjelaskan, informasi yang diperoleh dari pemilik rumah dan juga anak korban atas nama Debot, sebelum kejadian ini diketahui, anak korban tersebut tengah tertidur di dalam rumah.
Sedangkan ibunya yang bernama Salmah, yang saat itu tengah menunaikan ibadah sholat isya tiba-tiba berteriak membangunkan anaknya dengan kalimat “Ada Api”.
“Mengetahui hal itu, penghuni rumah tersebut melihat api yang sudah cukup besar telah membakar kamar bagian depan hingga ke bagian atasnya,” jelasnya.
Keheningan suasana malam membuat teriakan pemilik rumah tersebut seketika didengar oleh warga sekitar.
Kemudian, warga sekitar langsung bahu membahu membantu memadankan api yang melahap rumah korban dengan peralatan seadanya.
Tidak berselang lama, mobil Dinas Kebakaran Kabupaten Tanjab Timur tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman secara maksimal.
Akan tetapi, karena material rumah tersebut berbahan kayu yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat menghanguskan setiap sisi bangunannya.
“Sekitar pukul 20.26 wib, api akhirnya berhasil dipadamkan. Adapun peralatan yang digunakan untuk memadamkan korban api di lokasi kejadian yaitu, satu unit mobil Damkar, satu unit mesin BPBD dan juga dibantu oleh masyarakat sekitar,” ungkap Ipda Nurhadi.
Lebih lanjut dirinya menuturkan, berdasarkan keterangan dari anak korban yang bernama Debot, api berasal dari kamar depan yang disebabkan adanya konsleting colokan listrik.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Akan tetapi, beberapa kerugian materil dialami oleh korban, akibat tidak bisa menyelamatkan harta benda yang berada di dalam rumah karena kobaran api dengan cepat membesar dan melahap setiap sudut bangunan rumah tersebut.
“Diantara kerugian materil yang dialami korban yaitu, uang tunai Rp 30 Juta yang hangus terbakar di dalam lemari dan bangunan rumah yang ditafsir sekitar Rp 200 juta,” tuturnya.
Untuk sementara, penghuni rumah tersebut masih mengungsi di rumah kerabat terdekat. (Hi)

















Discussion about this post