MUARASABAK – Beberapa hari ini tim gabungan bersama nelayan tradisional melakukan upaya pencarian terhadap seseorang nelayan yang dikabarkan hilang tenggelam.
Korban tenggelam saat melakukan aktifitas menjaring ikan di kawasan perairan Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur.
Nelayan yang merupakan warga kecamatan setempat itu dikabarkan hilang usai terjatuh dari pompong, yang merupakan kendaraan air tradisional yang biasa digunakan warga lokal setempat untuk melaut.
Hamirudin (39), warga Desa Lambur, Kecamatan Muarasabak Timur ini dikabarkan hilang sejak tiga hari yang lalu, usai dirinya terjatuh kedalam laut saat hendak menarik jaring yang ia pasang untuk menjerat ikan.

Kasat Polairud Polres Tanjab Timur, Iptu M. Ramadhansyah Putra S.Tr.K, saat dikonfirmasi terkait hal ini, Sabtu 18 Mei 2024 mengatakan, insiden tersebut terjadi pada hari Kamis 16 Mei 2024, sekitar pukul 06.30 wib, di kawasan perairan ambang luar Kabupaten Tanjab Timur, dengan koordinat 00°45.984’S 104°01. 397’E.
Dari keterangan rekan korban atas nama Yusman yang berada di atas pompong yang sama, pada saat itu kedua nelayan itu yang tengah mencari ikan mengunakan pompong, berniat untuk berlabuh jangkar di perairan ambang luar.
“Saat Yusman menuju bagian depan pompong untuk melempar jangkar, korban yang merupakan nahkoda pompong bertugas memegang kemudi kendaraan air itu di bagian belakang,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, usai jangkar itu dilempar, Yusman selanjutnya melihat ke arah kemudi pompong tempat korban berada.
Akan tetapi, saat itu rekan korban atas nama Yusman ini tidak melihat keberadaan korban di dekat kemudi pompong, dan rekan korban ini menduga jika korban terjatuh ke dalam laut.
“Melihat kondisi itu, Yusman kemudian bergegas terjun ke laut untuk melakukan pencarian terhadap korban di sekitar pompong yang mereka kendarai. Akan tetapi korban tidak kunjung ditemukan,” jelasnya.
Selanjutnya, rekan korban ini langsung mencari bantuan dan meminta pertolongan kepada rekan nelayan lain untuk melakukan pencarian disekitar lokasi tempat korban terjatuh.
“Yusman kemudian meminta rekannya untuk menghubungi pemilik pompong untuk mengabarkan kejadian itu, dan selanjutnya melaporkan insiden ini kepada pihak berwajib,” ungkap Iptu M. Ramadhansyah Putra.
Lebih lanjut dirinya menuturkan, mendapat laporan itu anggota Satpolairud Polres Tanjab Timur langsung berkoordinasi dengan pihak Polairud Direktorat Polda Jambi, Basarnas Provinsi Jambi, TNI AL Pos Muara Sabak dan masyarakat Desa Lambur, untuk bersama-sama melakukan pencarian yang maksimal.
Sampai berita ni diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih dilakukan dengan cara menyisir di perairan ambang luar Kabupaten Tanjab Timur, menggunakan kapal Patroli Direktorat Polairud Polda Jambi (Pos Kuala Jambi), kapal milik Basarnas Provinsi Jambi, Speedboat milik Satpolairud Polres Tanjab timur dan kapal motor nelayan milik masyarakat Desa Lambur.
“Upaya pencarian terhadap korban masih terus kita lakukan bersama-sama dengan tim lainnya, hingga menyisir ke sejumlah titik dan juga mulai memperlebar area pencariannya. Mudah-mudahan korban segera ditemukan,” pungkasnya. (Hi)

















Discussion about this post