TANJAB TIMUR – Pemkab Tanjab Timur, dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) setempat menerima bantuan 6 unit hand traktor atau alat penggarap sawah dari PetroChina International Jabung Ltd melalui dana CSR.
Penyerahan bantuan ini sendiri dilaksanakan secara seremonial di kantor Dinas TPH, Senin 29 Januari 2024, yang berlokasi di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur.
Sekda Tanjab Timur, Sapril, saat diwawancarai terkait hal tersebut mengatakan, pihak PetroChina International Jabung Ltd menyerahkan bantuan kepada Pemkab Tanjab Timur berupa 6 unit hand traktor merek Rotary untuk kelompok tani yang ada di Kecamatan Geragai.
“Penyerahan bantuan ini akan disalurkan langsung kepada kelompok tani melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, yang mana kelompok tani ini adalah binaan dari dinas tersebut,” ucapnya.
Nantinya, 5 dari 6 unit hand traktor ini akan diserahkan kepada 5 kelompok tani, dan satu hand traktor lagi akan dipergunakan untuk kegiatan di balai benih kabupaten.
Kegiatan penyerahan bantuan ini sendiri merupakan program CSR PetroChina International Jabung Ltd di tahun 2023.
“Karena kemarin kita pengajuannya di akhir tahun 2023, alhamdulilah di awal tahun 2024 ini sudah bisa terwujud dan bisa kita serahkan langsung kepada kelompok tani di Kecamatan Geragai,” ujarnya.
Sekda Tanjab Timur ini juga menjelaskan, untuk di Kecamatan Geragai sendiri terdapat 179 hektar lahan pertanian padi.
Dari perhitungan luasan lahan pertanian yang ada tersebut, sebenarnya kelompok tani di kecamatan tersebut masih kekurangan satu unit traktor roda empat.
“Tapi kita tetap optimis, dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat mewujudkan program tanam padi dua kali setahun,” jelasnya.
Dengan adanya bantuan ini, Pemkab Tanjab Timur tentunya mengucapkan terima kepada pihak PetroChina International Jabung Ltd. Dan diharapakan bantuan tersebut dapat bermanfaat dan mampu meningkatkan hasil pertanian.
“Lain dari pada itu, dengan adanya bantuan ini diharapkan juga agar para petani tidak tergiur untuk mengalihfungsikan lahan pertanian sawah mereka dan tetap mengelola sawah mereka untuk menghasilan padi. Agar sejalan dengan Perda Kabupaten Tanjab Timur, terkait LP2B. Sebab, saat ini lahan pertanian sawah di kabupaten kita mulai berkurang. Jadi dengan adanya bantuan ini, juga bisa merangsang para petani untuk terus memanfaat lahan pertanian mereka,” tandasnya. (Hi)

















Discussion about this post