TANJAB TIMUR – Siswa kelas VI SD sederajat yang di Kabupaten Tanjab Timur mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serentak berbasis komputer, yang dimulai sejak tanggal 20 hingga 30 April 2026.
Sebanyak 3.528 siswa dari dari 198 SD yang ada di Kabupaten Tanjab Timur mengikuti kegiatan tersebut, sebagai sarana evaluasi kemampuan siswa dan juga menyoroti kesiapan infrastruktur pendidikan di daerah.
Kadis Pendidikan Kabupaten Tanjab Timur, Syafaruddin, saat diwawancarai disela-sela peninjauan pelaksanaan TKA di Kabupaten Tanjab Timur mengatakan, sejauh ini pelaksanaan TKA di masing-masing lokasi berjalan lancar.
Akan tetapi, terdapat beberapa kendala yang ditemukan dan masih bisa diatasi maupun ditindaklanjuti dengan cepat.
Dimana, ada beberapa sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai untuk pelaksanaan TKA secara mandiri.
Seperti di SD 211/X Kota Baru, Kecamatan Geragai. Pelaksanaan TKA di SDN tersebut juga diikuti oleh siswa dari 6 SD di Kecamatan Geragai. Selain siswa kelas VI dari SD 211/X itu sendiri, ada pula siswa kelas VI dari SD 08/X, SD 171/X dan SD 199/X Suka Maju serta siswa Kelas VI dari SDN 94/X Lagan Ulu dan siswa kelas VI dari SD 212/X Rantau Karya.
“Jumlah SD sederajat di Tanjab Timur ini berjumlah 201. Ada tiga sekolah yang tidak mengikuti TKA, dikarenakan tidak memiliki siswa kelas VI. Dari 198 SD sederajat tersebut, 132 sekolah melaksanakan TKA mandiri dan 66 sekolah lainnya bergabung atau menumpang dengan sekolah yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan lebih siap untuk melaksanakan TKA,” ucapnya.
Selain ketersediaan fasilitas penunjang TKA berbasis komputer, pemilihan salah satu sekolah untuk penggabungan sekolah lainnya ini juga untuk meminimalisir adanya lokasi sekolah yang dikhawatirkan minim sinyal internet, keterbatasan perangkat seperti komputer dan laptop.
“Untuk jaringan listrik, kita sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, agar selama pelaksanaan TKA diminimalisir terjadinya pemadaman listrik. Untuk kelancaran pelaksanaan TKA yang diikuti oleh para siswa kita,” ujarnya.

Kabid Pembinaan SD, Mario, yang turut mendampingi Kadis Pendidikan saat meninjau pelaksanaan TKA saat diwawancarai menyampaikan harapannya, agar pelaksanaan TKA hingga akhir jadwal dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan lainnya.
“Intinya, kami terus memantau agar kendala teknis bisa diminimalkan dan pelaksanaan TKA bisa diikuti oleh seluruh siswa dengan lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, Siam, salah satu petugas dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) yang memonitor pelaksanaan TKA di Kabupaten Tanjab Timur saat diwawancarai di SD 211/X menyebutkan, dari hasil monitoring yang dilakukan, pihaknya melihat pelaksanaan TKA sudah berjalan dengan semestinya dan laporan terkait adanya penggabungan beberapa sekolah menjadi satu lokasi pelaksanaan TKA juga sudah mereka terima, baik itu dari dinas provinsi maupun kabupaten.
“Hasil dari TKA ini nanti menjadi penilaian bagaimana kompetensi yang dimiliki oleh siswa sejauh ini dan di rapot pendidikan sekolah. Untuk mata pelajaran dalam penerapan TKA ini yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika,” sebutnya.
Masih dilokasi yang sama, Parmodyanto, selaku Plt Kepsek SD 211/X Kota Baru Geragai, saat diwawancarai menuturkan, pelaksanaan TKA yang diikuti oleh siswanya bersifat online dan dilaksanakan secara mandiri yang diikuti oleh 48 siswa kelas VI.
Agar pelaksanaan TKA yang baru diterapkan ini berjalan lancar, pihak sekolah juga mengumpulkan teknisi, pengawasan dan lain sebagainya untuk mensupport pelaksanaan TKA ini.
“Selain kami melaksanakan TKA secara mandiri, ada juga beberapa SD diwilayah sekitar kami yang menumpang untuk melaksanakan TKA di SD kami,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, sebelum pelaksanaan TKA ini, para siswa sudah dibekali dengan simulasi untuk mengikuti TKA nantinya, yang diawasi langsung oleh petugas BPMP Provinsi Jambi.
“Pada saat simulasi tersebut, ada sedikit kendala terkait pemadam listrik PLN, tetapi tidak lama. Dan saat pelaksanaan TKA yang dijadwalkan dari tanggal 20 sampai 30 April 2026, kami sudah mendapatkan kabar jika pihak Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, agar tidak ada pemadaman listrik,” tandasnya. (Hi)

















Discussion about this post