TANJAB TIMUR – Pemkab Tanjab Timur dalam hal ini Dinas Pendidikan setempat kembali mengajukan sejumlah sekolah untuk mendapat progam revitalisasi di tahun 2026.
Kadis Pendidikan Kabupaten Tanjab Timur, Syafaruddin, melalui Kabid Pembinaan SD, Mario, saat diwawancarai terkait hal ini mengatakan, untuk di tahun 2025, dari pengajuan 30 SD, ada 7 SD di Kabupaten Tanjab Timur ini yang mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat, yang rata-rata dilakukan rehab berat.
Revitalisasi SD tersebut berupa pembangunan bangunan baru sekolah yang sebelumnya berbahan kayu menjadi bangunan beton permanen.
“Lokasi 7 SD yang telah selesai pengerjaan revitalisasinya di tahun 2025 kemarin yaitu masing-masing 2 SD di Kecamatan Muarasabak Timur dan Kecamatan Geragai, serta masing-masing 1 SD di Kecamatan Dendang, Kuala Jambi dan Kecamatan Mendahara Ulu,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan, pemilihan sekolah yang akan mendapat bantuan revitalisasi ini awalnya diajukan oleh Dinas Pendidikan yang nantinya akan dipantau oleh Kementerian Pendidikan melalui Dapodik sesuai kriteria sekolah yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan.
Pengajuan sekolah yang dianggap layak mendapatkan bantuan revitalisasi ini akan dicantumkan dalam aplikasi Revit milik kementerian, untuk diseleksi kembali sekolah mana yang disetujui untuk menerima program revitalisasi tersebut.
Aplikasi Revit adalah sistem digital resmi dari Kemendikdasmen untuk perencanaan, pengusulan, verifikasi dan monitoring perbaikan sarana prasarana sekolah secara transparan.
“Contoh, misalnya kita mengajukan 20 sekolah untuk mendapatkan bantuan revitalisasi, nanti itu akan diseleksi lagi oleh pihak kementerian, mana saja sekolah yang layak mendapat bantuan revitalisasi tersebut. Tapi kita bisa mengusulkan, dari 20 sekolah itu yang mana saja yang menjadi prioritas penerima bantuan revitalisasi dan nanti yang kita usulkan itu akan di verifikasi kembali,” jelasnya.
Mario menuturkan, pada tahun sebelumnya ada aturan bahwasanya sekolah penerima bantuan revitalisasi ini juga dipengaruhi oleh jumlah murid.
“Kalau tahun ini, tidak ada batasan untuk jumlah murid di sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi ini. Asalkan Dapodik nya tidak bermasalah dan pelaporannya real dengan kondisi dilapangan, maka sekolah itu bisa mendapatkan bantuan revitalisasi,” tuturnya.
Komponen Dapodik ini bermacam-macam, mulai dari jumlah siswa, guru, mata pelajaran, Sarpras, ketersediaan RKB dan lain-lain.
“Untuk menu revitalisasi yang saat ini yaitu, rehab berat dan ringan, sanitasi, ruang perpustakaan, ruang administrasi, ruang kepala sekolah serta satu tambahan baru yaitu pembangunan kantin,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya menyebutkan, tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjab Timur mengajukan 171 SD untuk mendapatkan bantuan revitalisasi, akan tetapi kuota aplikasi yang disediakan kementerian hanya untuk 51 SD.
“Oleh karena itu, dari 171 SD kita saring lagi menjadi 51 SD prioritas untuk mendapat bantuan revitalisasi. Dan selanjutnya dari 51 SD yang kita ajukan, nanti akan diseleksi lagi oleh pihak kementerian, kita tidak tau juga berapa nantinya yang disetujui kementerian untuk mendapatkan bantuan revitalisasi tersebut,” tandasnya. (Hi)

















Discussion about this post