TANJAB TIMUR – Seusai dilantik menjadi Camat Muara Sabak Barat, pada awal bulan April 2026, Vidi Akbar langsung menjalankan tugas dan amanah yang diembannya, serta mengumpulkan jajarannya untuk sama-sama bersinergi dan juga berkolaborasi dalam memajukan Kecamatan Muara Sabak Barat khususnya dan Kabupaten Tanjab Timur pada umumnya, agar lebih baik lagi kedepannya.
Berbagai saran, masukkan dan juga keluhan yang muncul segera direspon oleh Vidi Akbar secara bertahap, terutama yang berkaitan dengan masyarakatnya.
Salah satunya yaitu terkait keluhan masyarakat Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat, yang setiap tahunnya menjadi langganan banjir yang menggenangi permukiman mereka.
Merespon Cepat Keluhan Masyarakat, Camat Muarasabak Barat ini bersama OPD terkait dan pihak perusahaan meninjau langsung RT 14, Kelurahan Rano, yang kerap menjadi lokasi langganan banjir tahunan.
Dalam wawancaranya, Vidi Akbar mengatakan, unsur Forkopimcam Muara Sabak Barat telah turun langsung meninjau lokasi yang kerap dilanda banjir tahunan di sekitar Simpang Garuda, Kelurahan Rano, untuk mencari tau penyebabnya dan juga mencoba mencari solusi untuk mengatasi agar kawasan ini tidak terdampak banjir lagi kedepannya.
“Kali ini kita juga mengajak Bidang SDA PUPR, Dinas LH dan pihak perusahaan yang beroperasi disekitar lokasi ini. Kita sudah berkoordinasi untuk sama-sama mengatasi permasalahan ini agar tidak muncul lagi dikemudian hari,” ucapnya.
Dirinya menjelaskan, pihak perusahaan perkebunan yang beroperasi disekitar kawasan Simpang Garuda ini juga sudah diminta untuk mengambil langkah kongkrit, yaitu dengan membersihkan kanal-kanal dikawasan mereka, agar bisa membantu meminimalisir terjadinya banjir dikawasan ini.
“Kita juga mencari solusi terkait alat berat yang bisa membersihkan kanal disekitar kawasan yang kerap terendam banjir ini, agar dalam pengerjaan bisa maksimal dengan radius lumayan jauh,” jelasnya.
Vidi Akbar juga mengapresiasi respon cepat pihak perusahaan yang turut membantu mengatasi permasalahan banjir tahunan yang kerap menggenangi kawasan pemukiman warga dan juga dua ruas jalan utama penghubung antar kecamatan.
“Selain itu, kita juga akan berkoordinasi secara intens dengan dinas terkait yang ada di kabupaten ini, agar bisa memetakan untuk pembersihan aliran air hingga ke arah sungai utama tempat pembuangan, agar tidak muncul lagi permasalahan banjir disekitar Simpang Garuda ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Danton, salah satu warga RT 14, Kelurahan Rano, yang rumahnya sudah menjadi langganan terdampak banjir tahunan ini menuturkan, biasanya banjir akan terjadi pada bulan Desember atau Januari.
“Dua tahun belakangan ini ketinggian airnya cukup parah pak. Hampir rata-rata rumah warga yang ada di pinggir jalan RT 14 Simpang Garuda atau di depan Hutan Kota ini terdampak banjir,” tuturnya.
Dirinya menyebutkan, disaat banjir melanda, genangan air yang menutupi jalan lintas dan pemukiman warga bisa terjadi hingga 20 hari.
“Kami berharap, pemerintah bisa segera mencari solusi untuk permasalahan ini. Agar saat memasuki musim penghujan kami tidak was-was akan banjir lagi. Selain menggenangi jalan umum dan pemukiman warga, banjir ini juga berdampak ke lahan perkebunan warga,” tandasnya. (Hi)

















Discussion about this post