JAMBI – Bulog Kantor Cabang Kuala Tungkal terus memaksimalkan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) di wilayah yang masuk area kerja meraka.
Berdasarkan data yang telah dihimpun, realisasi penyerapan GKP yang telah dilakukan oleh Bulog Kantor Cabang Kuala Tungkal hingga September 2025 ini, berkisar diangka 4.013 ton.
Dimana, untuk target di tahun 2025 ini sendiri sebanyak 3.820 ton. Dengan demikian, jika dilihat dari angka realisasi dan target tersebut, menunjukkan secara persentase Bulog Kantor Cabang Kuala Tungkal telah menorehkan capaian lebih dari 120 persen dari target yang telah ditetapkan.
Penugasan yang diemban oleh Bulog dalam melaksanakan penyerapan gabah petani merupakan amanat yang sampai saat ini tetap dijalankan Bulog di seluruh Indonesia.
Selain itu, Bulog sebagai operator pemerintah tetap menjalankan penugasan sesuai dengan instruksi pemerintah sebagai regulator yaitu Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan juga kementrian terkait yaitu Kementrian Pertanian
Lebih lanjut, sebagaimana amanat dalam asta cita Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan dan juga mengutip dalam Perpres nomor 125 tahun 2022 tentang penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Bab III perihal Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah, menekankan bahwa penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah dilakukan melalui pengadaan, pengelolaan, dan penyaluran yang mana Bulog sebagai operatornya.
“Kami sebagai operator Pemerintah concern menjalankan penugasan yang diberikan, saat ini masih melakukan penyerapan serta proses penggilingan. Bila target Bulog ditambah dan penugasan penyerapan GKP masih ke Bulog, seperti hari ini kami menyerap sebanyak 150 ton gabah di daerah Simpang Datuk, Kabupaten Tanjab Timur. Jadi total serapan di daerah Simpang Datuk sampai dengan hari ini telah mencapai 1.069 ton Gabah Kering Panen,” ujar Reny Lelianda, Pimpinan Bulog Kantor Kuala Tungkal.
Lebih lanjut, dirinya juga mengharapkan peran serta Pemerintah Daerah untuk mendukung terkait penyaluran beras SPHP dan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah, karena pihak Bulog sendiri berharap, Gabah yang telah serap dan diolah oleh Bulog, selanjutnya juga dapat diserap secara massif dan dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah kerja mereka.
“Demikian juga dengan dukungan penyediaan infrastruktur, utamanya mesin pengering (Dryer) yang jumlahnya masih sangat minim di Kabupaten Tanjab Timur. Karena saat ini kondisinya belum berimbang antara jumlah sarana pengering dengan luasan produksi padi di Kabupaten Tanjab Timur,” tandasnya. (Hi)

















Discussion about this post