MUARASABAK – Sejak beberapa pekan belakangan ini hujan deras yang disertai petir kerap terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanjab Timur.
Bahkan, kondisi cuaca yang terjadi tersebut terbilang cukup ekstrim. Pasalnya, selain deras yang kerap terjadi dengan durasi yang lama, petir yang menyertainya pun turut menimbulkan korban jiwa iwa dan juga kerugian material bagi masyarakat.
Dimana, memasuki pertengahan bulan April 2024 lalu, akibat sambaran petir mengakibatkan satu orang warga Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjab Timur meninggal.
Tidak berselang lama setelah itu, pada minggu keempat di bulan yang sama, sambaran petir kembali berdampak buruk terhadap warga di Kecamatan Muarasabak Barat.
Akibat Sambaran petir, beberapa sisi rumah warga di Kelurahan Parit Culum, Kecamatan Muarasabak Barat tersebut hangus terbakar, selain itu anak dari pemilik rumah juga mengalami luka bakar, meski kondisinya tidak terlalu parah.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Tanjab Timur, Mahrup, saat diwawancarai baru-baru ini menuturkan, memasuki bulan April 2024 ini, kondisi cuaca di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanjab Timur memang tergolong ekstrim.
Untuk itu, dirinya berharap, masyarakat hendaknya selalu waspada dan berhati-hati menyikapi perubahan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.
“Kasus sambaran petir terhadap manusia di wilayah kita ini boleh dikatakan jarang terjadi, ataupun juga belum pernah. Dan atas kejadian yang telah dialami oleh masyarakat kita di dua kecamatan tersebut, hendaknya bisa jadi perhatian khusus dan pelajaran bagi kita untuk selalu berhati-hati jika ada petir yang muncul di wilayah kita,” tuturnya.
Lain dari pada itu, selaku Ketua DPRD Tanjab Timur, Mahrup berharap, pihak BPBD Tanjab Timur bisa terus meningkatkan kesiapan siagaan dengan kondisi seperti ini.
“Tentunya selama ini pihak BPBD kita terus meningkatkan kinerja, pengawasan dan kesiapan siagaan mereka yang berkaitan musibah bencana alam. Tapi untuk saat ini, pengawas terkait perubahan kondisi cuaca diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi,” harapnya.
Dirinya juga menambahkan, koordinasi antara pihak BMGK, BPBD Kabupaten Tanjab Timur dan jajaran pemerintah kecamatan di kabupaten juga bisa lebih ditingkatkan.
“Jadi, jika ada update terbaru terkait kondisi cuaca di kabuapten ini, bisa segera dilaporkan oleh pihak BPBD ke jajaran pemerintah kecamatan, agar bisa disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya (red)

















Discussion about this post