TANJAB TIMUR – Seiring dengan penetapan Kabupaten Tanjung Jabung Timur ( Tanjab Timur) sebagai kawasan Swasembada Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus berupaya menata berbagai infrastruktur penunjang pertanian.
Salah satu persoalan yang mencuat adalah sedimentasi di aliran Sungai Lagan, Kecamatan Geragai.
Kepala Bappeda Tanjab Timur, Ali Fahruddin, mengungkapkan bahwa hasil kajian pihaknya menunjukkan adanya sedimentasi sepanjang kurang lebih 30 kilometer di sungai tersebut.
“Kondisi ini berdampak terhadap jaringan irigasi sekunder, bahkan berimbas pada kawasan tanaman pangan, khususnya di wilayah KTM Desa Suka Maju,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Sungai Lagan masuk dalam wilayah Sub-DAS, yang merupakan bagian dari kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi. Meski demikian, Pemkab Tanjab Timur tidak tinggal diam.
Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menyampaikan usulan rehabilitasi sungai dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi.
“Kami sudah berkali-kali menyuarakan persoalan ini kepada pihak Provinsi, karena dampaknya cukup serius terhadap lahan-lahan pertanian di Geragai,” lanjutnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan, Ali menekankan perlunya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
“Kita harus bekerja sama agar target nasional yang dibebankan kepada daerah dapat tercapai,” tambahnya.
Selain berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, Pemkab Tanjab Timur juga menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut. Lewat forum tanggung jawab sosial perusahaan melalui CSR, perbaikan tanggul pun juga dilakukan secara bertahap.
“Beberapa tahun lalu PT. WKS sudah turut serta memperbaiki tanggul-tanggul yang rusak. Ini tentu kita apresiasi, karena persoalan infrastruktur pertanian bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata,” ungkap Ali Fahruddin.
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Tanjab Timur berharap perhatian dan tindakan nyata dari Pemerintah Provinsi dapat segera direalisasikan, demi mendukung ketahanan pangan di daerah yang telah ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional ini. (Hi)

















Discussion about this post