TANJAB TIMUR – Pengerjaan fisik berupa penyiapan badan jalan dan pembangunan tanggul yang menjadi sasaran utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang dilaksanakan di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur, telah mencapai progres di atas 23 persen dan telah terus mengalami kemajuan.
Berdasarkan laporan harian pelaksanaan kegiatan, penyiapan badan jalan atau rekon dengan target panjang 4.200 meter dan lebar 8 meter kini telah mencapai 23,81 persen, Sabtu 17 Oktober 2026.
Sementara itu, pembangunan tanggul penahan sepanjang 1.670 meter mencatatkan progres sebesar 23,95 persen.
Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama dukungan alat berat yang terus dioptimalkan di lokasi pekerjaan.
Meski demikian, peningkatan progres pembangunan tidak membuat Satgas mengesampingkan standar kualitas konstruksi yang menjadi faktor penting bagi ketahanan infrastruktur dalam jangka panjang.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0419/Tanjab menegaskan bahwa seluruh personel harus menjaga keseimbangan antara percepatan pekerjaan dan mutu hasil pembangunan.
Menurutnya, pencapaian target waktu harus dibarengi dengan pengerjaan yang sesuai standar agar jalan dan tanggul yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengingatkan agar seluruh anggota Satgas tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka progres harian, tetapi juga memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara teliti dan maksimal.
“Pencapaian progres yang sudah menyentuh angka 23 persen ini harus diikuti dengan kualitas pekerjaan yang baik. Jangan hanya mengejar target waktu dan persentase penyelesaian, tetapi kekuatan serta ketahanan konstruksi juga harus menjadi perhatian utama,” ujar Pasiter.
Selain memberikan penekanan terhadap mutu pekerjaan, Pasiter turut menginstruksikan personel agar memperhatikan proses pemadatan tanah pada badan jalan. Penggunaan alat berat harus dilakukan secara optimal untuk memastikan permukaan jalan memiliki kepadatan yang memadai.
Hal serupa juga berlaku pada pembangunan tanggul. Aspek kemiringan, kestabilan tanah, serta kekuatan struktur perlu diperhatikan agar hasil pembangunan mampu menghadapi perubahan kondisi cuaca, khususnya saat hujan turun.
“Manfaatkan waktu kerja dengan sebaik-baiknya, terutama ketika cuaca cerah. Optimalkan penggunaan alat berat untuk mendukung pemadatan badan jalan dan pastikan struktur tanggul dikerjakan sesuai ketentuan. Kita harus mengantisipasi hujan agar hasil pekerjaan tidak mudah tergerus atau mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Di samping aspek teknis, faktor keselamatan dan kesehatan kerja juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan TMMD. Seluruh prajurit dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan gotong royong diimbau tetap mengutamakan keselamatan, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi prosedur kerja selama berada di lokasi pembangunan.
Program TMMD ke-130 di Desa Merbau diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi aktivitas masyarakat.
Keberadaan jalan dan tanggul tersebut diharapkan mendukung mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil usaha, serta menunjang pertumbuhan perekonomian desa.
Dengan mengedepankan kedisiplinan, kerja sama dan pengawasan kualitas secara berkelanjutan, Satgas TMMD Kodim 0419/Tanjab terus berupaya meningkatkan progres pembangunan hingga seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang kuat, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Hi)

















Discussion about this post