TANJAB TIMUR – Kondisi rumah yang sudah lapuk dan membahayakan keselamatan penghuninya menjadi perhatian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0419/Tanjab.
Melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Satgas bersama masyarakat mulai membongkar rumah milik Bapak Supiandi di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur, Sabtu 17 Oktober 2026.
Pembongkaran tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan hunian yang lebih layak, aman dan nyaman bagi Supiandi beserta keluarganya.
Kondisi bangunan yang sudah sangat memprihatinkan membuat rumah tersebut perlu dibangun ulang agar dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi penghuninya.
Berdasarkan kondisi di lapangan, rumah Supiandi mengalami kerusakan cukup parah. Bagian atap yang masih terbuat dari jalinan daun tampak usang dan tidak lagi memadai untuk melindungi penghuni dari panas maupun hujan.
Sementara itu, dinding rumah terlihat rapuh akibat usia bangunan, ditambah tiang penyangga utama yang sudah miring dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Melihat kondisi tersebut, Satgas TMMD bersama warga setempat bergerak melakukan pembongkaran secara gotong royong.
Prajurit TNI dan masyarakat bahu-membahu merobohkan bagian bangunan yang sudah tidak layak dipertahankan untuk selanjutnya mempersiapkan lokasi pembangunan rumah baru.
Kegiatan ini bukan sekadar membongkar bangunan lama, melainkan menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program RTLH, TMMD berupaya membantu warga memperoleh tempat tinggal yang memenuhi aspek kelayakan, kesehatan, dan keamanan.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0419/Tanjab yang memantau pelaksanaan kegiatan tersebut menegaskan bahwa rumah Supiandi menjadi salah satu sasaran yang perlu mendapatkan penanganan serius karena kondisinya fisik bangunan yang sudah mengalami kerusakan cukup parah akibat termakan usia.
“Rumah Bapak Supiandi ini memang menjadi salah satu sasaran utama yang harus dan wajib kita laksanakan renovasinya. Kita semua bisa melihat langsung bagaimana kondisi fisik bangunannya yang sangat tidak layak huni,” ucapnya.
Ia juga berharap, seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana, sehingga rumah tersebut segera dapat ditempati dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman.
“Kami berharap doa dan dukungan dari semuanya. Semoga selama pelaksanaan pekerjaan bedah rumah ini tidak ada hambatan yang signifikan, baik dari segi cuaca maupun teknis, sehingga semua prosesnya dapat berjalan dengan lancar dan selesai sesuai dengan target waktu yang telah kita tentukan,” harapnya.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan Satgas TMMD bersama masyarakat menjadi bukti nyata kuatnya kebersamaan antara TNI dan rakyat. Melalui kerja sama tersebut, proses pembangunan rumah Supiandi diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai.
Dimulainya pembongkaran rumah itu pun membawa harapan baru bagi Supiandi. Dari bangunan lama yang lapuk dan rawan, kini terbuka jalan menuju hunian yang lebih layak.
Kehadiran program TMMD ke-130 di Desa Merbau diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (Hi)
















Discussion about this post