ACEH BARAT – Penelitian terbaru yang dilakukan oleh, Novriaman Pakpahan, S.TP., M.Si., yang merupakan salah seorang Dosen di Universitas Teuku Umar (UTU), Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, melahirkan sebuah inovasi menarik di bidang pangan sehat “Oleogel” berbahan dasar minyak sawit merah yang rendah lemak jenuh sekaligus tinggi kandungan Karotenoid.
Produk ini berpotensi menjadi alternatif pengganti margarin, mentega, dan produk lemak padat lainnya yang biasa digunakan dalam industri makanan.
Hasil penelitian ini telah diseminasikan di forum ilmiah The 3rd ISEPROLOCAL (International Seminar Focuses on Sustainable Agriculture and Development) Bengkulu, Indonesia, 24 September 2022, dan telah diterbitkan pada tahun 2023 di Prosiding Bereputasi Internasional www.e3s-conferences.org › articles › e3sconf.
Oleogel merupakan struktur gel yang mampu mengubah minyak cair menjadi padatan tanpa proses Hidrogenasi yang biasanya meningkatkan kadar lemak jenuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa formulasi Oleogel minyak sawit merah memiliki sifat Fisikokimia yang sangat mirip dengan lemak padat konvensional seperti margarin, mentega, shortening, dan jenis lemak padat lainnya.

Titik leleh Oleogel yang dihasilkan dari penelitian ini berkisar antara 30⁰C hingga 53°C. Teksturnya pun ada yang menyerupai lemak padat (Margarin).
Sifat Fisikokimia ini dipengaruhi oleh formulasi penambahan Oleogelator yang digunakan. Adapun Oleogelator yang digunakan yaitu Beeswax, Monogliserol Stearat dan Etil Selulosa.
Semakin banyak Oleogelator yang digunakan, maka semakin keras tekstur dan semakin tinggi titik leleh Oleogel.
Selain itu, Oleogel ini mengandung kadar total Karotenoid mencapai 300 ppm, senyawa alami yang dikenal sebagai antioksidan kuat dan berperan penting dalam kesehatan mata dan kulit.
Kandungan Karotenoid ini memberikan nilai tambah kesehatan yang tidak dimiliki oleh produk lemak padat konvensional.

“Dengan mengembangkan Oleogel dari minyak sawit merah, kami berusaha menghadirkan produk lemak padat yang tidak hanya sehat tapi juga punya manfaat tambahan bagi kesehatan karena kandungan Karotenoidnya,” ujar Novriaman Pakpahan.
Penelitian ini membuka peluang bagi industri pangan untuk memproduksi margarin dan mentega yang lebih sehat tanpa mengorbankan tekstur dan rasa.
Bukan hanya itu, inovasi ini juga mendukung upaya pengurangan konsumsi lemak jenuh yang berisiko meningkatkan penyakit jantung.
Kedepannya, produk Oleogel ini diharapkan dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang peduli dengan gaya hidup sehat dan juga bagi produsen yang ingin menawarkan produk makanan lebih bergizi.
Meskipun Oleogel potensial sebagai pengganti lemak padat berdasarkan sifat Fisikokimianya, akan tetapi produk Oleogel belum memiliki regulasi yang baku.
Regulasi batasan penggunaan bahan Oleogelator dalam pembuatan menjadi titik kritis dari regulasi ini. Oleh sebab itu, kajian keamanan Oleogel sebagai bahan pangan menjadi penting sebagai acuan regulasi terkait produk Oleogel. (Hi)

















Discussion about this post