TANJAB TIMUR – Akibat adanya selisih paham, dua orang ibu rumah tangga berinisial J (39) dan ES (31) yang saling bertetangga di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur terlibat cekcok, Selasa 17 September 2024 yang lalu.
Dalam kejadian ini, ES merasa mengalami tindakan yang tidak menyenangkan dan membuat laporan ke pihak berwajib.
Seiring berjalannya waktu, proses mediasi antar kedua bela pihak ini pun dilakukan. Dimana, dalam proses mediasi ini juga melibatkan pihak desa setempat dan pihak Polsek Geragai.
Selanjutnya, perkara ini pun masuk dalam ranah Restorative Justice (RJ), yang melahirkan beberapa poin kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua bela pihak yang berselisih paham, dihadapan para saksi yang berlangsung di Polsek Geragai, pada tanggal 23 September 2024, dan laporan polisi terkait permasalahan ini pun telah dicabut.
Supardi, yang didampingi sang istri ES, saat diwawancarai di kediamannya, Kamis 26 September 2024 mengatakan, usai adanya perdamaian yang telah dilakukan tersebut, hubungannya dengan pihak yang sebelumnya berselisih, yakni tetangganya sudah membaik.
“Alhamdulillah, kami sudah sepakat memilih jalan perdamaian dan sekarang hubungan kami sudah membaik. Laporan polisi yang sebelumnya kami buat di Polsek Geragai, juga sudah dicabut,” ucapnya dihadapan Kades Kota Baru dan juga perwakilan pihak Polsek Geragai.
Saat proses perdamaian tersebut dilakukan, juga disaksikan oleh para saksi. Yakni dari kedua bela pihak keluarga, perangkat desa dan pihak Kepolisian.
Usai adanya perdamaian ini, pihak yang sebelumnya dilaporkan diharapkan bisa menjaga silahturahmi dengan baik dan tidak mengulangi perbuatannya terhadap pihak keluarga besar Supardi.
“Yang sebelumnya orang rumah saya di fitnah, kami berharap nama baik orang rumah saya bisa dibersihkan kembali. Dan Alhamdulillah, ini juga dibantu oleh Pak Kades,” ujarnya.
Supardi juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Polsek Geragai yang telah memfasilitasi jalannya proses perdamaian antara kedua belah pihak keluarga ini.
“Waktu proses perdamaian, tidak ada tekanan atau intimidasi dari pihak manapun. Kami juga telah rembuk dengan keluarga, dan tetangga kami itu juga sudah datang menemui kami untuk menyampaikan permintaan maafnya. Permintaan maaf itu juga sudah kami terima,” ungkapnya.
Sementara itu, J yang didampingi oleh sang suami, saat dikonfirmasi dihari yang sama dikediamannya menuturkan, proses mediasi dan jalan damai telah dipilih dalam kasus ini.
Hal senada juga ia sampaikan, dalam proses perdamaian ini pihaknya tidak ada mendapat tekanan atau intervensi dari pihak manapun.
Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada pihak desa dan pihak Polsek Geragai, yang telah membantu proses mediasi ini hingga mencapai kesepakatan untuk berdamai antar kedua bela pihak yang bertetangga ini.
“Setelah adanya perdamaian ini, tidak ada lagi permasalahan antara pihak keluarga kami dan tetangga saya itu pak. Malah sekarang kami sudah menjalin silahturahmi yang baik dan tidak ada masalah lain lagi. Karena awalnya saya yang salah, saya juga sudah menyampaikan permintaan maaf ke tetangga saya itu dan mengakui kesalahan saya,” tuturnya.
Lain dari pada itu, Maryono, selaku Kades Kota Baru, dalam arahannya juga berharap agar seluruh warganya bisa hidup rukun dalam bermasyarakat dan juga bertetangga.
Serta, mampu meminimalisir terjadinya perselisihan antara sesama dan mengambil tindakan yang menyalahi aturan maupun yang dapat masuk ke ranah hukum.
“Saya selaku Kades, berharap agar seluruh warga desa kami bisa mengedepan musyawarah apabila terjadi selisih paham antara sesama. Musyawarah ini bisa melibatkan perangkat desa yang ada dan juga aparat hukum, sehingga nantinya bisa dicari solusi untuk memecahkan permasalahannya,” harapnya.
Dirinya juga menyambut baik dengan adanya jalan damai yang dipilih oleh warganya yang sebelumnya mengalami perselisihan ini, dan berharap hal ini bisa menjadi pelajaran bersama, agar tidak terulang kembali kedepannya.
“Kita harus bisa menjaga silahturahmi yang baik antar sesama dan jangan sampai ada perselisihan yang dapat menimbulkan konflik,” tandasnya. (Hi)

















Discussion about this post