TANJAB TIMUR – Pihak Kepolisian telah mengevakuasi jenazah seorang pria paruh baya yang ditemukan dengan kondisi tubuh yang membengkak dan telah mengeluarkan aroma tidak sedap, di kawasan perkebunan Parit I, Desa Siau Dalam, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur, Senin 19 Januari 2026, sekitar pukul 14.50 wib.
Sementara itu, dari keterangan anak korban bernama Yuleng saat diwawancarai di TKP mengatakan, korban atas nama Lambak (75) selama ini tidak ada menderita riwayat penyakit yang kronis.
“Alhamdulillah, kalau kondisi kesehatan bapak saya ini baik-baik saja, tidak pernah menyampaikan ada menderita penyakit yang parah,” ucapnya.
Dirinya juga menuturkan, pada hari Senin 12 Januari 2026 yang lalu, dirinya sempat berkomunikasi via handphone kepada korban.
“Saat lagi telponan itu, orang tua saya sempat meminta saya untuk mengantarkan badik miliknya ke kebun, karena dia bilang lagi ada masalah dengan orang dikebun,” tuturnya.
Selanjutnya, pada hari Jumat 16 Januari 2026, anak korban yang tinggal di Kota Jambi sempat menghubungi nomor handphone korban, akan tetapi tidak mendapat respon apapun.
“Hari Minggu kemarin (18 Januari 2026) saat air sungai pasang dan pompong bisa masuk ke lokasi perkebunan orang tua kami ini, saya dengan keluarga berupaya mencari orang tua kami ini di pondok dan disekitar kebunnya, tapi tidak ketemu. Saat itu handphone orang saya masih aktif, sudah berapa kali kami coba hubungi tapi tidak diangkat,” ujarnya.
Khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap orang tuanya, anak korban kemudian melaporkan ke pihak Kepolisian terkait informasi kehilangan orang tuanya.
“Kemudian pada hari Senin ini, saya bersama anggota keluarga dan pihak Kepolisian mencari keberadaan orang tua kami di sekitar lokasi kebunnya, dan menemukan orang tua kami sudah meninggal tidak jauh dari pondok tempat tinggalnya,” ungkapnya.
Melanjutkan informasi yang disampaikan korban kepada anaknya melalui via telepon terkait permasalahan yang dialami korban di kebunnya.
Anak korban atas nama Yuleng ini menjelaskan, masalah yang diutarakan orang tuanya saat berbincang via telepon tersebut yaitu, orang tuanya melarang orang lain menggarap kebun kelapa yang berada tepat disamping kebun korban.
“Bapak saya melarang orang lain mengerjakan kebun kelapa itu karena, kebun kelapa itu milik mamak tiri saya atau istri bapak saya,” jelasnya.
Yuleng juga menyebutkan, pihak keluarga korban juga merasa ada beberapa barang milik korban yang hilang dan belum ditemukan dari pencarian yang dilakukan di pondok tempat tinggalnya dan disekitar lokasi kebun milik korban.
“Kalau barang orang tua saya yang hilang ada dua pak. Pertama badik milik bapak saya yang biasa dibawaknya, bukan badik yang mau kami antar, dan sejumlah uang tunai milik bapak saya,” sebutnya.
Anak korban juga menerangkan, badik yang hilang tersebut selalu diletakkan korban di dalam tas pinggang miliknya untuk menjaga diri saat beraktivitas dikebun.
“Pas tadi jenazah orang tua kami ditemukan, tas pinggangnya masih terpasang di pinggangnya, tapi badiknya sudah tidak ada. Selain itu kami juga cuman menemukan uang sekitar Rp 2 juta di dalamnya,” terangnya.
Lebih lanjut Yuleng memaparkan, saat tubuh korban hendak dievakuasi oleh pihak Kepolisian, dirinya yang menyaksikan dari dekat melihat tubuh korban sudah membengkak dengan posisi tengkurap, sebagai wajah sudah menghitam serta tangan kanan korban masih memegang golong dan sarung golong yang masih tergantung di pinggang sebelah kiri korban.
“Selama ini orang tua saya tinggal sendirian di pondok kebunnya ini. Untuk akses keluar, orang tua saya pakai pompong miliknya menyusuri sungai. Hari minggu kemarin kami kesini, pompong orang tua ini masih ada, dan cuman sandalnya yang kami temukan, tapi keberadaan orang tua kami tidak tau dimana,” paparnya.
Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak Kepolisian, saat ini jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Jambi untuk dilakukan visum guna mencari tau apakah ada tindakan kekerasan yang dialami oleh korban yang menjadi penyebab kematiannya. (Hi)

















Discussion about this post