TANJAB TIMUR – Sejak ditetapkannya Kabupaten Tanjab Timur siaga Karhutla sejak tanggal 1 Juli 2024 yang lalu, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan munculnya kasus tersebut yang akan berdampak buruk nantinya.
Oleh karena itu, ditengah kondisi kemarau seperti ini, seluruh camat yang ada di 11 wilayah di kabupaten ini dilarang meninggalkan wilayahnya.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tanjab Timur, Romi Hariyanto kepada seluruh camat, Kamis 1 Agustus 2024, memalui Handy Talky.
Dirinya menekankan, para camat diizinkan keluar wilayahnya hanya untuk keperluan yang sangat urgent atau mendesak.
“Kalau tidak ada hal yang urgent atau keperluan sangat mendesak, seluruh Camat tidak boleh ada yang meninggalkan tempat. Potensi Karhutla sedini mungkin harus segera diatasi secara terukur dan terkoordinasi,” tegasnya.
Merespon instruksi tersebut, para camat se Kabupaten Tanjab Timur secara bergantian menanggapinya dengan serius dan melontarkan ucapan “Siap Pak”.
Sementara itu, sebagai wilayah yang didominasi oleh lahan gambut, membuat Kabupaten Tanjab Timur tergolong rawan terjadi karhutla.
Musim kemarau menyebabkan turunnya debit air dan mengeringnya sebagian sumber mata air tanah dan membuat petugas kerap kesulitan melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran.
Oleh karena itu, Pemkab Tanjab Timur dan Instasi terkait lainnya, lebih berfokus pada upaya pencegahan dan mitigasi kasus Karhutla.
Dengan kekuatan 1.283 personil yang terkoordinasi lintas sektoral, sejauh ini sejumlah kasus Karhutla di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung berhasil ditangani dengan baik tanpa menimbulkan efek asap yang mengganggu.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tanjab Timur, Helmi Agustinus menjelaskan, sejak Februari hingga Juli 2024 sempat muncul 45 hotspot yang tersebar di sejumlah Kecamatan.
Meski demikian, kemunculan hotspot tersebut semuanya berhasil diatasi oleh para petugas gabungan yang selalu siap siaga mengatasi hal tersebut.
“Dari total 45 hotspot itu, tidak semua muncul titik api. Sebagian besar baru potensi, tetapi semua berhasil diatasi. Terakhir kebakaran muncul di Tahura, yang berlokasi di Kecamatan Berbak dan sudah ditangani, sekarang dalam proses pendinginan,” ujarnya. (Hi)

















Discussion about this post