TANJAB TIMUR – Penemuan mayat seorang pria lansia yang mengapung di permukaan Sungai Blok A Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur, Sabtu 31 Januari 2026, sontak menjadi perbincangan hangat yang juga mengejutkan warga setempat.
Kapolsek Geragai, Iptu Saryono, dalam keterangannya menyampaikan, korban ditemukan mengapung dipermukaan sungai di RT 29, RW 06, kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, dalam kondisi telah meninggal dunia.
Untuk kronologis kejadian, pada hari Sabtu 31 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 wib, anak korban atas nama Sunasi menerangkan bahwa dirinya diberi tahu oleh mertuanya bahwasanya orang tuanya belum pulang kerumah.
“Selanjutnya, anak korban mencari orang tuanya, akan tetapi keberadaan yang bersangkutan tidak ditemukan,” ucapnya.
Merasa khawatir terjadi sesuatu kepada orang tuanya, Sunasi kemudian memberi tahu kepada tetangga serta pihak keluarga, akan tetapi keberadaan koran juga tidak kunjung ditemukan.
Kemudian, sekitar pukul 14.00 wib, warga setempat atas nama Sumari mendapat kabar dari anak-anak sekitar bahwa melihat seperti kepala manusia di aliran sungai.
“Mendapat kabar itu, Sumari langsung mengecek ke sungai tersebut,” ujar Iptu Saryono.
Setelah mengecek ke sungai tersebut, Sumari menemukan adanya sesosok mayat mengambang di Sungai Blok A. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak keluarga korban dan aparat kepolisian setempat.
Selanjutnya, Sumari bersama pihak keluarga korban, yakni Sunasi, pihak kepolisian dari Polsek Geragai, Camat serta warga setempat mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi jenazah korban, lalu membawanya ke rumah duka.
“Diketahui bahwasanya korban bernama Bidin, yang berusia sekitar 83 tahun,” ungkap Kapolsek Geragai ini.
Setelah jenazah berada di rumah duka, Ketua RT dan anggota Polsek Geragai melakukan koordinasi dengan Puskesmas Simpang Pandan untuk pelaksanaan visum pemeriksaan fisik luar.
“Dari hasil visum luar terhadap tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau hal-hal yang berkaitan dengan tindak lainnya. Korban diketahui juga sudah mulai pikun akibat faktor usia. Keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian ini. Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah korban selanjutnya dimakamkan di TPU setempat,” tandasnya. (Hi)

















Discussion about this post