TANJAB TIMUR – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanjab Timur memperketat pengawasan dan pemantauan penggunaan transportasi darat maupun air yang kerap digunakan oleh masyarakat maupun wisatawan, dari dan menuju Kabupaten Tanjab Timur.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjab Timur, Taufik Hidayat, S.STP., saat diwawancarai terkait hal ini mengatakan, untuk pengawasan dan pemantauan transportasi darat, pihaknya ikut berpartisipasi pada Pos Pengamanan maupun Pos Pelayanan Nataru, dengan menempatkan sejumlah personel.
“Kami dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjab Timur telah menerjunkan 20 orang personel yang ditempatkan pada Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan di seluruh Kabupaten Tanjab Timur, sampai tanggal 4 Januari 2026 nanti,” ucapnya.
Untuk pengawasan dan pemantauan transportasi air, dengan adanya Pos Lasdap Dinas Perhubungan yang bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Syahbandar, KSOP dan Sat Polairud, para pengguna transportasi air baik itu nelayan dan pengelola kapal penyebrangan yang melalui halte sungai dan dermaga, diberikan imbauan untuk selalu memantau kondisi cuaca ketika ingin melakukan aktivitas diperairan Kabupaten Tanjab Timur dan sekitarnya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan bisa membahayakan keselamatan.
“Kami dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjab Timur juga mengimbau kepada pemilik transportasi darat dan air, baik itu angkutan pribadi, penumpang dan barang, untuk memperhatikan kondisi cuaca dan kelayakan alat transportasinya ketika ingin melakukan aktivitas. Agar terhindar dari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain selama diperjalanan,” ujarnya.
Lebih lanjut Taufik Hidayat juga menegaskan kepada pemilik jasa transportasi angkutan penumpang baik itu di darat dan air, untuk memperhatikan peralatan keselamatan yang ada di kendaraannya, yang dapat digunakan sebelum melakukan perjalanan ataupun peralatan keselamatan lainnya yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika terjadi musibah, seperti ketersediaan pelampung pada alat transportasi penumpang jasa angkutan air yang sesuai dengan jumlah penumpang serta kru kapal dan seatbelt bagi jasa angkutan darat serta kelayakan kendaraan itu sendiri.
Mengingat, dari momen libur Nataru paa tahun-tahun sebelumnya, jumlah pengunjung yang memasuki Kabupaten Tanjab Timur menggunakan alat transportasi darat dan air dari sejumlah kabupaten maupun provinsi lain cukup ramai.
Begitu juga dengan masyarakat Kabupaten Tanjab Timur yang ingin bepergian ke sejumlah daerah baik itu antara kecamatan dalam kabupaten maupun ke kabupaten lain hingga ke provinsi lainnya menggunakan transportasi darat dan air juga cukup tinggi.
“Kami juga mengimbau kepada wisatawan dan masyarakat Kabupaten Tanjab Timur yang ingin menggunakan alat transportasi data dan air, hendaknya memperhatikan legalitas dari jasa angkutan yang akan digunakan, seperti asuransi keselamatan dan lain sebagainya,” tegasnya.
Untuk di Kabupaten Tanjab Timur sendiri, jalur darat yang ramai dilalui kendaraan pada momen libur Nataru yakni rute Muara Sabak, Lambur, Rantau Rasau dan Nipah Panjang.
Sedangkan untuk jalur air, lokasi yang kerap dijadikan tempat penyeberangan dan transit penumpang paling ramai yaitu itu di dermaga atau pelabuhan Nipah Panjang, Kuala Jambi, Mendahara dan beberapa daerah pesisir lainnya di Kabupaten Tanjab Timur.
Dirinya berharap pada momen libur Nataru dan hari-hari lainnya, situasi arus lalu lintas kendaraan baik itu jalur darat dan air bisa berjalan lancar, normal, tanpa ada indisen atau musibah lainnya.
Akan tetapi, jika ditemukan adanya kecelakaan kendaraan transportasi darat maupun air, masyarakat diminta untuk segera menghubungi pihak berwajib dan Tim SAR, atau dapat menghubungi Call Center 112 “Mak Ngah Bekerja” milik Pemkab Tanjab Timur, yang nantinya akan direspon cepat bersama pihak terkait. (Hi)

















Discussion about this post