TANJAB TIMUR – Guna melakukan antisipasi dini terhadap ancaman bencana Karhutla, pihak BPBD Kabupaten Tanjab Timur menggelar apel gelar pasukan siaga darurat bencana Karhutla.
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor BPBD Kabupaten Tanjab Timur ini diikuti oleh stakeholder terkait. Seperti dari TNI, Polri, Pol PP dan Damkar Kabupaten Tanjab Timur, Tagana, Manggala Agni, Destana, MPA, Dinkes Kabupaten Tanjab Timur dan dari pihak-pihak terkait lainnya.
Dalam amanatnya, Kepala BPBD Kabupaten Tanjab Timur, Sapril menyampaikan apresiasi kepada unsur Forkopimda, pimpinan instansi terkait dan seluruh peserta apel kali ini.
“Semoga dari apel ini nantinya bisa memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan kita dalam upaya penanggulangan Karhutla di Kabupaten Tanjab Timur, serta bisa menjalin kerjasama yang baik antar lintas sektoral untuk mewujudkan kemajuan bersama,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan, sama-sama diketahui bahwasanya kasus Karhutla dapat menimbulkan dampak yang sangat luas, kerusakan lingkungan atau ekosistem, menurunnya kualitas udara yang dapat mengakibatkan menurunnya kesehatan masyarakat.
“Asap yang tebal dampak dari Karhutla itu juga dapat menggangu jarak pandang transportasi darat, laut, udara dan juga mengganggu aktivitas lainnya,” jelasnya.
Berkaca dari kejadian sebelumnya, pada tahun 2015 dan 2019, masyarakat Kabupaten Tanjab Timur pernah merasakan dampak yang sangat buruk dari kasus Karhutla.
Selain menyebabkan kerugian materil akibat terbakarnya lahan-lahan produktif masyarakat dan kawasan hutan, lahan gambut yang mestinya terjaga kondisi tutupannya, juga menyebabkan merebaknya penyakit, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta terganggunya berbagai aktivitas perekonomian masyarakat.
“Agar kejadian serupa tidak terulang, mari kita harus terus siaga dan waspada, dengan berupaya mengantisipasi berbagai kemungkinan sedini mungkin, sehingga kasus Karhutla di Kabupaten Tanjab Timur dapat diminimalisir,” ungkap Sapril, yang juga menjabat sebagai Sekda Kabupaten Tanjab Timur ini.

Dirinya juga menuturkan, berdasarkan data BMKG, Hot Spot pantauan sensor modis (Satelit Terra-Aqua), SNPP dan NOAA di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Tanjab Timur periode 1 Januari – 30 Juni 2025, terpantau sebanyak 55 titik Hot Spot.
“Dan berdasarkan surat keputusan Bupati Nomor 249 tahun 2025, tentang penetapan status siaga darurat bencana Karhutla di kabupaten ini, yang berlaku sejak tanggal 1 Juni hingga 30 September 2025,” tuturnya.
Lebih lanjut Sapril mengutarakan, selaku Kepala BPBD Kabupaten Tanjab Timur dirinya menginstruksikan kepada pihak terkait untuk mengaktifkan posko induk dan posko lapangan.
“Kemudian, meningkatkan patroli serta sosialisasi pencegahan Karhutla, memastikan kesiapsiagaan seluruh sumber daya dan personel, baik dari unsur pemerintahan maupun dunia usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Kabupaten Tanjab Timur, Indra S Gunawan, dalam wawancaranya menyebutkan, dalam apel siaga darurat bencana Karhutla yang digelar hari ini diikuti oleh 180 orang personel gabungan, kendaraan penanganan Karhutla dan peralatan pemadam kebakaran.
Selain itu, pihak BPBD Kabupaten Tanjab Timur juga telah menyiagakan Pos Induk yakni di kantor BPBD setempat serta Pos Lapangan I di Dendang, Pos Lapangan II di Mendahara Ulu, Pos Lapangan III di Berbak dan Pos Lapangan IV di Sadu.
“Setelah dilakukannya apel gelar pasukan siaga darurat bencana Karhutla ini, kami akan melakukan patroli rutin dan menyusun langkah strategis lainnya dalam mengantisipasi munculnya kasus Karhutla di Kabupaten Tanjab Timur,” tandasnya. (Hi)
















Discussion about this post